T  : 021 8630654 Pendaftaran 021-29809001 / 29809002

F  : 021 - 8611101 , 021 – 86104256 

E  : rsijpk@rsijpondokkopi.co.id 

Persalinan Metode ERACS

Bagi sebagian ibu, persalinan dengan operasi caesar mungkin terdengar menakutkan. Kabar baiknya, kini ada metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) yang minim rasa sakit. Bahkan, metode persalinan ERACS bisa membuat pemulihan ibu lebih cepat daripada operasi caesar biasanya.

Sebenarnya, apa itu persalinan ERACS dan bagaimana prosesnya? Saya akan menjelaskannya lebih lanjut melalui ulasan berikut.

Apa itu persalinan ERACS?

Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) adalah protokol operasi caesar yang bertujuan untuk mempercepat mobilitas, dan proses penyembuhan (recovery) pasien.

Dengan protokol ini memungkinkan pasien untuk melakukan pergerakan lebih cepat, yaitu sekitar 2 jam pasca operasi caesar dengan nyeri yang minimal.

Melahirkan dengan metode ini melibatkan kolaborasi para dokter kandungan sebagai operator, dokter anestesi, dan dokter anak.

Apa perbedaan persalinan ERACS dengan operasi caesar biasa?

ERACS bertujuan untuk merevisi dan memperbaiki protokol operasi caesar yang lama.

Pada protokol ERACS ini tidak memerlukan puasa, hanya mengatur pola diet pasien.

Tujuannya agar pasien tetap bugar sebelum, selama, dan sesudah operasi. Pasien juga diharapkan tidak mual dan muntah.

Suhu ruangan pasien pun diatur supaya tidak kedinginan.

Nyeri saat suntikan spinal anestesi juga perbaiki dengan cara menggunakan jarum anestesi jenis pencan atraumatik ukuran kecil.

Dosis pemberian obat anestesi pada protokol ERACS pun dikurangi menjadi ¼ dosis. Dengan penurunan dosis ini, memungkinkan pasien bisa pulih lebih cepat.

Teknik operasi, minimal handling, penggunaan pisau kecil yang tajam, penggunaan benang terbaik, dan teknik operasi lapis demi lapis juga akan meningkatkan keamanan pasien pada saat operasi.

Pada teknik ini juga, kami tambahkan teknik operasi scarless sehingga bekas operasi caesar nantinya menjadi samar dan secara kosmetik tidak mengganggu penampilan pasien.

1. Pengurangan dosis anestesi
Kami selaku dokter biasanya memberikan dosis anestesi ¼ dari dosis biasa. Jadi, bukan menambah dosis, tetapi justru mengurangi.

Pengurangan dosis ini bertujuan agar proses penyembuhan pasien lebih cepat. Sebab dengan mengurangi dosis, otomatis fungsi kaki pasien bisa bergerak normal kembali lebih cepat.

Dosis anestesi ini artinya lama proses pembiusan saat operasi.

Umumnya, operasi caesar memakan waktu satu 1-1,5 jam dan itu masih termasuk dalam dosis anestesi.

Dengan segera hilangnya efek anestesi pada ERACS ini, memungkinkan pasien dapat melakukan mobilisasi atau pergerakan lebih cepat.

Mobilisasi yang singkat juga mempercepat proses metabolisme tubuh dan penyembuhan menjadi lebih cepat.

Pergerakan atau penyembuhan yang cepat akan membuat kepercayaan diri pasien supaya tidak merasa sakit setelah operasi.

2. Penggunaan jarum yang lebih kecil
Penggunaan jarum atraumatic model pencan dengan ukuran kecil dan pengolesan emla sebelum dilakukan suntikan anestesi akan sangat mengurangi efek trauma pada bekas tusukan anestesi.

Alhasil, tidak ada efek trauma punggung bekas suntikan pasca operasi.

Hal ini tentu akan mengoptimalkan keamanan dan kepuasan bagi pasien itu sendiri.

3. Teknik mengiris langsung ke dalam
Hal yang membedakan operasi caesar dahulu dengan persalinan ERACS adalah teknik mengiris yang lebih baik.

Sekarang teknik mengiris mulai dari irisan pertama langsung dalam sampai fascia (selaput otot) dengan pisau yang sangat tajam. Jadi, sekali mengiris langsung dalam.

Sama seperti orang mengiris daging yang langsung teriris sampai dalam satu garis. Semakin kecil pisau yang dokter pakai, trauma ke kulit juga semakin sedikit.

Kalau operasi caesar biasa mengirisnya satu satu sehingga menimbulkan rasa sakit dan irisannya jadi kurang bagus.

Hal ini yang berpengaruh pada proses penyembuhan menjadi lebih lama.

4. Teknik tummy tuck
Tummy tuck adalah teknik dalam operasi plastik untuk merapikan perut agar tidak bergelambir.

Teknik ini kami gunakan pada pasien operasi caesar yang ingin bentuk perutnya ideal dan bekas luka tersamarkan.

Tehnik ini kami namakan ERACTS (Enhanced Recovery After Cesarean Tummy Surgery)

Untuk pasien yang sudah menjalani operasi caesar dan ingin melakukan persalinan ERACS, jahitan lama bisa diperbaiki dengan tummy tuck.

Bila ada keloid, kami buang keloidnya, kemudian bikin satu garis yang lebih bawah lagi agar lebih rapi.

Apa saja persiapan menjelang persalinan ERACS?

Untuk menjalani prosedur ini, dokter akan meminta pasien untuk melakukan beberapa persiapan. Salah satu persiapan yang unik adalah pasien tidak perlu puasa sebelum operasi.

Kalau puasa badan akan lemas, misalnya puasa pagi, saat operasi sore hari, tubuh akan lemas. Padahal, kuncinya sembuh lebih cepat adalah tubuh tidak boleh lemas.

Jadi, pasien tidak boleh lemas, tidak boleh puasa, dan tidak boleh muntah. Strateginya, memberikan makanan yang gampang diserap.

Berikut persiapan menjelang persalinan ERACS yang perlu pasien perhatikan.

Skrining COVID-19.
Pemeriksaan darah untuk melihat kadar hemoglobin.
Pemeriksaan riwayat kesehatan. Bila memiliki gastritis dan masalah lambung, dokter memberikan obat antimual.
Waxing rambut kemaluan pada pubis agar pertumbuhan lambat, mencukur membuat pertumbuhan lebih cepat sehingga kelenjar minyak bisa mengganggu penyembuhan lapisan operasi.
4 jam sebelum operasi diberikan snack yang mudah dicerna tubuh.
2 jam sebelum operasi makan sumber makanan tinggi karbohidrat yang mudah tercerna, seperti jus alpukat atau bubur.
Untuk mencegah pasien muntah, tidak hanya dari obat-obatan seperti obat antimuntah dan anestesi, suhu ruang juga berpengaruh karena kalau terlalu dingin bisa muntah.

Dahulu suhu dalam ruangan bisa mencapai 18-19 derajat Celcius, sekarang 23-24 derajat Celcius seperti suhu ruang biasa dan cukup.

Selain suhu ruangan, alas tidur pasien pada protokol ERACS harus hangat sehingga diberi lapisan penghangat.

Dengan cara ini, pasien jadi lebih nyaman. Selesai operasi langsung makan, bisa jalan, bahkan ke ruangan perawatan tidak perlu pakai apa-apa bisa jalan sendiri.

Operasi bisa berlangsung pagi, kemudian sore langsung pulang. Namun, bayi yang baru lahir tetap perlu pemantauan selama 24 jam.

Kondisi yang membuat ibu sulit melakukan persalinan ERACS

Semua pasien bisa menggunakan teknik ERACS saat persalinan. Bahkan di Zimbabwe, metode ini mereka gunakan untuk prosedur emergency, seperti preeklampsia.

Akan tetapi, pada kasus yang sangat jarang, kondisi ibu hamil dengan skoliosis dan kegemukan memang cukup sulit melahirkan dengan teknik ERACS.

Namun umumnya, dokter anestesi bisa mengatasinya dengan baik untuk proses pembiusan selama operasi.

Melahirkan memakai teknik ERACS membuat ibu lebih nyaman dan cepat pulih sehingga bisa beraktivitas dengan baik.

Umumnya, prosedur ini memerlukan dana lebih, tergantung dari fasilitas kesehatannya.

 

Ketahui Beberapa Manfaat Vaksin Meningitis dan Jenis-jenisnya

Vaksin meningitis menjadi hal yang wajib dilakukan bagi mereka yang hendak keluar negeri. Bukan tanpa alasan, meningitis ini sendiri merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit satu ini dipicu oleh bakteri, mikroorganisme dan virus. Suntik meningitis ini sendiri bisa meminimalisir resiko terjangkitnya Anda oleh berbagai penyakit tersebut.

Perlu diketahui, penyakit meningitis ini merupakan kondisi dimana meninges Anda mengalami peradangan. Meninges ini adalah tiga buah selaput yang melindungi sumsum tulang belakang dan sistem saraf di otak Anda. Kondisi meningitis ini sendiri terjadi ketika cairan yang ada di dalam meninges mengalami infeksi.

Penyebab meningitis ini sendiri kebanyakan dipicu oleh infeksi jamur, bakteri dan virus. Pada beberapa kasus, penyakit meningitis ini bisa merenggut nyawa penderitanya. Akan tetapi, ada juga beberapa penderita yang mengalami kesembuhan tanpa pengobatan sekalipun. Inilah yang menjadi alasan kenapa vaksin meningitis sangat penting untuk Anda.

Berbagai Manfaat dari Vaksinasi Meningitis

Seperti sudah kita bahas pada paragraf sebelumnya, manfaat utama dari suntik meningitis ini adalah menghindarkan Anda dari resiko penyakit meningitis yang sangat berbahaya. Akan tetapi, ada juga manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dari jenis vaksinasi satu ini. Salah satunya adalah jenis vaksin konjugat meningokokus. Jenis kandungan vaksin satu ini bisa  melindungi Anda dari resiko terjangkit bekteri meningokokus yang bertipe Y, W, C, dan A.

Selain itu, vaksin meningitis juga menghindarkan Anda dari resiko bakteri meningokokus tipe lima karena di dalamnya ada kandungan meningokokus B atau MenB. Hanya saja jenis vaksin satu ini ditujukan untuk kondisi tertentu saja. Tidak semua orang membutuhkannya. Selain hal tersebut, ternyata vaksinasi meningitis ini berdampak sangat positif bagi remaja dan anak anak yang mengalami kelainan sistem imun pada tubuhnya.

Dua Jenis Vaksin Meningitis yang Harus Anda Ketahui

Sejauh ini diketahui hanya ada dua jenis vaksinasi meningitis yang ada di dunia ini. Jenis yang pertama adalah MenACWY yang merupakan kombinasi dari kandungan vaksin konjungat dan meningokokus. Sedangkan jenis kedua adalah MPSV4 yang terdiri atas vaksin polisakarida dan meningokokus.

Kedua jenis vaksin ini bisa melindungi tubuh Anda dari berbagai jenis penyakit meningitis. Untuk jenis MenACWY biasanya dipergunakan bagi mereka yang masih berusia 11 tahun hingga 18 tahun. Namun jenis vaksin satu ini direkomendasikan juga untuk diberikan pada mereka yang berusia 2 hingga 55 tahun dalam kondisi tertentu.

Jenis vaksin meningitis yang kedua adalah MPSV4. Jenis vaksin satu ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kelainan kesehatan khusus. Seringkali juga diberikan pada mereka yang sudah berusia 55 tahun atau lebih. Namun dalam kondisi darurat, kedua jenis vaksin ini bisa disubstitusikan antara yang satu dengan yang lainnya.

Vaksin meningitis ini sendiri biasanya diperuntukkan bagi mereka yang hendak bepergian ke luar negeri. Terlebih jika negara tujuan Anda adalah negara endemik meningitis itu sendiri. Bagi calon jemaah haji, suntik meningitis ini menjadi salah satu hal yang wajib untuk dilakukan. Bahkan pemerintah sudah menjadikannya sebagai salah satu persyaratan utama keberangkatan.

Siapa Saja yang Harus Mendapatkan Suntik Meningitis?

Berdasarkan aturan yang sudah diterapkan oleh pakar kesehatan, ada beberapa kondisi yang mewajibkan seseorang untuk mendapatkan suntik meningitis. Pertama adalah saat hendak berkunjung ke luar negeri dan negeri tersebut menjadi salah satu endemik meningitis. Kondisi selanjutnya yang mewajibkan vaksin meningitis adalah mereka yang terkena virus HIV atau AIDS.

Tidak hanya itu saja, para pasien yang mendapatkan kerusakan pada orgn limpa juga berhak mendapatkan vaksinasi satu ini. Disusul kemudian oleh mereka yang memiliki masalah dengan sistem imun dalam tubuhnya. Anak anak menjadi yang terakhir dan berhak mendapatkan suntik meningitis agar kekebalan tubuh mereka terhadap jenis penyakit satu ini semakin kuat.

Sebagaimana vaksinasi pada umumnya, vaksin satu ini juga memiliki efek samping. Dampak yang seringkali muncul adalah demam, serta bengkak merah pada titik vaksinasi. Pada beberapa penderita, ada juga yang mengalami pusing, lemas, hingga masalah yang berkaitan dengan pernafasan. Resiko memang selalu ada, tetapi jangan takut mencoba karena manfaat yang bisa didapatkan dari vaksin meningitis ini jauh lebih besar.

whatsapp-png-image-9

Pernah Vaksin Influenza? Inilah Manfaat dan Efek Sampingnya!

Vaksin Influenza adalah proteksi terbaik yang bisa Anda pilih untuk menghalau flu, terlebih mendekati musim pancaroba ini. Virus penyebar influenza biasanya lebih banyak menyerang pada musim musim seperti ini. Sayangnya sangat jarang orang melakukan vaksinasi terhadap influenza. Jenis penyakit satu ini dianggap penyakit biasa saja, padahal sebenarnya influenza bisa memicu penyakit berat lainnya.

Perlu diketahui, influenza adalah penyakit yang dipicu oleh infeksi virus secara akut. Penyakit ini menular dan menyerang organ saluran pernafasan penderitanya. Jenis virus influenza ini sendiri terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah subtipe B dan selanjutnya adalah subtipe B. Penyebaran virus satu ini biasanya dilakukan melalui udara atau kontak fisik secara langsung dengan penderita.

Apabila tidak diobati dengan segera, penyakit  influenza ini bisa memicu terjadinya penyakit lain yang lebih berbahaya. Terlebih jika Anda memang memiliki riwayat penyakit tersebut sebelumnya. Contoh penyakit yang berpontensi muncul akibat influenza adalah asma dan infeksi sekunder akibat terjangkit bakteri. Karenanya vaksin influenza penting untuk Anda gunakan.

Jenis Vaksinasi Influenza yang Beredar Saat Ini

Sejauh ini hanya ada dua jenis suntik influenza yang bisa Anda gunakan. Jenis pertama adalah vaksin trivalent. Jenis suntikan satu ini memiliki kandungan satu galur virus penyebab influenza tipe B dan dua galur virus penyebab influenza A seperti H1N1 dan H3N2. Sedangkan jenis vaksinasi lainnya adalah vaksin quadrivalent.

Berbeda dengan tipe pertama, jenis vaksin quadrivalent ini memiliki masing-masing dua galur virus A dan virus B penyebab influenza. Ada perbedaan lain dari kedua jenis vaksin influenza ini. Jenis yang pertama mengandung dosis yang standar atau IIV3. Vaksin jenis ini juga diproduksi melalui penanaman virus pada telur. Biasanya proses vaksinasi menggunakan sistem injeksi.

Jenis trivalent biasanya diberikan pada usia 18 hingga 64 tahun. Sedangkan untuk jenis quadrivalent,  biasanya diberikan kepada penderita flu pada kelompok usia tertentu saja. Jenis vaksin satu ini juga tidak disuntikkan ke bagian otot melainkan pada bagian epidermis kulit. Biasanya jenis vaksin satu ini diberikan juga pada anak usia 4 tahun atau lebih.

Cara Kerja Vaksin Influenza

Vaksinasi influenza yang telah dimasukkan ke dalam tubuh bekerja sebagaimana jenis vaksin pada umumnya. Mereka biasanya akan membentuk antibodi yang kuat di dalam tubuh orang yang sudah mengkonsumsinya. Tujuannya tentu saja untuk melawan virus influenza yang ada di dalam tubuh orang itu sendiri.

Biasanya dibutuhkan waktu sekitar dua minggu, hingga jenis vaksin influenza dapat menciptakan antibodi yang kuat pada tubuh seseorang. Kemudian perlahan virus influenza yang ada di dalam tubuh orang tersebut akan mati. Namun kedepannya antibodi yang tercipta akan membuat penderita jauh lebih kebal terhadap virus influenza.

Rekomendasi Pengguna Suntik Influenza

Sangat direkomendasikan bagi Anda untuk melakukan suntik influenza sebelum musim penghujan datang. Biasanya penyakit influenza lebih mewabah pada bulan bulan tersebut.Seperti misalnya di Eropa, Musim dingin biasanya terjadi pada bulan Desember hingga Februari. Untuk mengantisipasi hal ini, Biasanya pemerintah setempat menghimbau penggunaan suntik influenza sejak bulan Oktober atau November.

Berdasarkan anjuran dari WHO, ada beberapa golongan orang yang direkomendasikan untuk melakukan vaksinasi influenza. Pertama adalah golongan anak yang berada di usia 6 bulan hingga berusia 5 tahun, para lansia dengan usia lebih dari 65 tahun, dan ibu hamil. Vaksin influenza ini juga direkomendasikan untuk mereka yang menderita penyakit berat atau pekerja medis dengan kategori tertentu.

Efek Samping dari Vaksinasi Influenza

Setiap jenis vaksin pasti memiliki efek samping untuk penggunanya. Begitu juga dengan vaksinasi influenza ini. Diketahui ada beberapa dampak dari penggunaan suntik influenza terhadap penggunanya. Biasanya penerima vaksin akan merasa sakit pada titik vaksin tersebut. Hal ini biasnya juga disertai dengan demam dan rasa mual. Pada beberapa penerima ada juga yang merasakan sesak dan disertai suara serak setelah mendapatkan vaksinasi.

Bagi penderita gangguan tertentu, biasanya jenis vaksinasi satu ini membuat mereka mengalami jantung berdebar dan sakit otot. Tapi tentunya manfaat yang bisa Anda dapatkan jauh lebih besar dibanding dampaknya ini. Untuk hasil maksimal, pastikan untuk melakukan vaksin influenza ini di dokter ahli.

MCU/Medical Check Up Haji Umroh? Ketahui Hal-hal penting Ini!

MCU/Medical Check Up haji umroh menjadi salah satu persyaratan utama bagi calon jamaah yang hendak melakukannya. Kesehatan memang hal yang wajib diperhatikan, terlebih untuk Anda yang hendak bepergian ke luar negeri seperti ini. Jangan sampai ibadah Anda menjadi terkendala gara gara kondisi kesehatan yang tidak mendukung.

Selain hal tersebut, ternyata ada beberapa alasan lain yang mendasari kenapa MCU calon jamaah umrah atau haji ini begitu penting. Salah satunya tentu untuk mengantisipasi terjadinya persebaran penyakit yang menular. Bisa juga untuk menghindari potensi penyakit kambuhan saat sedang berada di tanah suci.

Lepas dari hal ini, pemerintah Saudi Arabia memang memberikan standar khusus, terkait kesehatan calon jamaah haji dan umrah yang hendak datang. Karenanya pemerintah kemudian menjadikan MCU/Medical Check Up haji umroh ini sebagai salah satu syarat utama pemberangkatan haji. Hanya mereka yang memenuhi kriteria saja yang mendapatkan ijin untuk terbang.

Apa Saja yang Diperiksa Saat MCU Haji Umroh?

Saat Anda mengikuti tes pemeriksaan kesehatan calon haji umroh, ada banyak hal yang akan diperiksa. Tujuannya adalah memaksimalkan hasil uji MCU itu sendiri. Semakin detail aspek yang mendapatkan pemeriksaan, tentu akan semakin akurat pula hasil yang diperoleh. Dengan pemeriksaan yang menyeluruh ini, potensi Anda untuk berangkat haji akan jauh lebih besar lagi.

Hal pertama yang harus Anda lewati adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter umum. Kemudian hal ini akan dilanjutkan dengan pemeriksaan melalui Elekrto Kardio Grafi ( EKG) dan foto toraks atau foto dada. Dari kedua hasil test ini, gambaran besar hasil MCU/Medical Check Up haji umroh milik Anda sudah bisa terlihat.

Akan tetapi, ada juga yang harus berlanjut pada level pemeriksaan laboratorium. Di lab sendiri, pengecekan yang dilakukan biasanya mencakup pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan SGOT, pemeriksaan Kreatinin, ureum dan asam urat, pemeriksaan kolesterol total, pemeriksaan Trigliserida hingga pemeriksaan urine lengkap.

Waktu Pengecekan Kesehatan/MCU Dilakukan

Berdasarkan aturan yang sudah ditetapkan oleh Pusat Kesehatan Haji, MCU/Medical Check Up haji umroh ini wajib dilakukan setidaknya tiga kali selama masa pendaftaran hingga kepergian. Dalam dunia keberangkatan haji, hal ini dikenal dengan Istita’ah atau kondisi dimana seorang calon jamaah berada dalam kondisi kesehatan fisik, mental dan rohani yang kuat.

Pengecekan kesehatan pertama biasanya dilakukan di klinik atau puskesmas terdekat di wilayah Anda. Hal ini wajib Anda lakukan sesaat setelah Anda mendapatkan porsi keberangkatan haji. Setelah Anda melakukan pengecekan pertama, Anda bisa melakukan tahap pengecekan selanjutnya. Pengecekan tahap kedua ini dilakukan paling maksimal 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan ke tanah suci.

Tahap terakhir dari MCU/Medical Check Up haji umroh ini dilakukan menjelang hari keberangkatan. Tes kesehatan terakhir ini biasanya dilakukan dalam lingkungan bandara embarkasi. Tujuannya untuk mengetahui kelayakan jamaah yang hendak berangkat haji. Status kelayakan Anda akan ditentukan pada saat pengecekan terakhir ini.

Biaya yang Harus Dikeluarkan Saat MCU Haji Umroh

Untuk biaya yang harus dikeluarkan dalam pengecekan kesehatan akan tergantung pada lokasi Anda melakukannya. Tak jarang, ada juga paket haji dan umroh yang sudah memasukkan biaya uji kesehatan ini ke dalam biaya jasa mereka. Jadi Anda tidak perlu mempersiapkan dana secara mandiri. Hanya saja berdasarkan sumber yang bisa dipercaya, biaya total untuk pengecekan kesehatan ini berkisar antara 500 ribu hingga 2 juta rupiah.

Tips Agar Lolos MCU Haji Umroh

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar lolos MCU/Medical Check Up haji umroh ini. Tentunya hal pertama yang wajib dilakukan adalah dengan menjaga kesehatan sedini mungkin, konsumsi makanan sehat secara teratur. Jangan lupa, jadikan olahraga sebagai rutinitas Anda. Tak perlu olahraga yang berat, olahraga ringan juga akan sangat membantu meningkatkan kualitas kesehatan.

Jangan lupa juga untuk berkonsultasi kepada dokter ahli terkait masalah kesehatan Anda. Pengecekan secara rutin kepada ahlinya bisa menghindarkan Anda dari potensi penyakit serius. Tapi yang terpenting, rajinlah berdoa kepada Allah SWT agar segala keperluan Anda dalam proses pemberangkatan haji ini berjalan dengan lancar. Tentunya MCU/Medical Check Up haji umroh ini juga termasuk di dalamnya.